Kembali ke Blog
Panduan Pajak15 Agustus 20264 menit baca

Metode Pemotongan Netto PPh 21: Kelebihan dan Risikonya

Metode netto berarti perusahaan menanggung PPh 21 tanpa menaikkan gaji karyawan. Pelajari cara kerjanya, kapan cocok dipakai, dan risiko perpajakan yang sering diabaikan.

Tim Terahub

Panduan Perpajakan

Ketika perusahaan memutuskan untuk menanggung pajak karyawan secara langsung, tanpa melalui mekanisme tunjangan atau kenaikan gaji, itulah yang disebut metode netto. Di atas kertas terlihat sederhana: karyawan terima gaji penuh, pajak dibayar perusahaan. Tapi dari sisi perpajakan, ada implikasi penting yang sering luput dari perhatian.

Bagaimana Metode Netto Bekerja

Pada metode netto:

  1. Perusahaan menetapkan gaji neto yang akan diterima karyawan (take-home pay).
  2. PPh 21 yang terutang atas penghasilan karyawan ditanggung perusahaan dan dibayarkan langsung ke kas negara.
  3. Karyawan menerima gaji penuh tanpa potongan pajak.

Berbeda dengan gross up di mana tunjangan pajak dimasukkan ke slip gaji sebagai komponen penghasilan, pada metode netto tidak ada baris "tunjangan pajak" di slip gaji karyawan.

Cara Menghitung PPh 21 dengan Metode Netto

Proses perhitungan sama dengan metode gross, tetapi gaji yang digunakan sebagai dasar PPh 21 adalah gaji bruto yang diterima karyawan (tanpa tunjangan pajak). PPh 21 yang dihitung lalu dibayar dari kas perusahaan, bukan dipotong dari gaji karyawan.

Contoh:

  • Gaji bruto karyawan: Rp 10.000.000/bulan
  • PPh 21 terutang (dihitung dari gaji bruto tersebut): Rp 150.000/bulan
  • Karyawan terima: Rp 10.000.000 (penuh)
  • Perusahaan bayar ke kas negara: Rp 150.000 (dari kas perusahaan, bukan potongan gaji)

Hitung PPh 21 karyawan Anda sekarang, gratis hingga 15 karyawan.

Coba Gratis

Perbedaan Tiga Metode

Aspek Gross Gross Up Netto
Siapa yang menanggung pajak Karyawan Perusahaan Perusahaan
Mekanisme Dipotong dari gaji Tunjangan pajak di slip Dibayar langsung perusahaan
Slip gaji Ada baris potongan PPh 21 Ada baris tunjangan + potongan PPh 21 Tidak ada baris terkait pajak
Biaya perusahaan Paling rendah Paling tinggi Lebih tinggi dari gross
Deductible? Ya Ya Tidak

Risiko Utama: Non-Deductible

Inilah risiko terbesar metode netto yang sering diabaikan: PPh 21 yang ditanggung perusahaan secara langsung (bukan melalui tunjangan) tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk keperluan PPh Badan.

Dasar hukum: Pasal 9 ayat (1) huruf h UU PPh: biaya PPh yang ditanggung perusahaan tidak boleh dikurangkan.

Artinya, jika perusahaan membayar PPh 21 karyawan sebesar Rp 500 juta per tahun menggunakan metode netto, Rp 500 juta tersebut tidak bisa menjadi biaya pengurang pada SPT PPh Badan. Perusahaan membayar pajak penghasilan badan atas laba yang seolah-olah lebih besar.

Pada metode gross up, tunjangan pajak adalah komponen gaji, sehingga masuk sebagai biaya yang dapat dikurangkan (deductible). Dalam jangka panjang, gross up lebih efisien secara perpajakan.

Kapan Metode Netto Cocok Dipakai?

Meskipun ada risiko non-deductible, ada situasi di mana netto tetap digunakan:

  1. Jumlah PPh 21 kecil. Jika beban pajak karyawan sangat kecil (misalnya karyawan bergaji rendah yang PPh 21-nya di bawah Rp 200.000/bulan), selisih deductible vs. non-deductible tidak signifikan.
  2. Karyawan expatriat tertentu. Perusahaan yang merekrut tenaga asing sering menjanjikan gaji bersih (net of tax). Metode netto memenuhi janji tersebut tanpa mengubah kompensasi.
  3. Praktik industri. Di beberapa sektor, metode netto sudah menjadi standar kontrak karyawan.

Risiko Audit

DJP dapat mempertanyakan metode netto saat pemeriksaan PPh Badan jika:

  • Perusahaan mengurangkan PPh 21 yang ditanggung sebagai biaya (ini pelanggaran)
  • Ada inkonsistensi antara laporan SPT Masa PPh 21 dan pembukuan

Pastikan tim akuntansi mencatat PPh 21 yang ditanggung perusahaan sebagai biaya non-deductible (koreksi fiskal positif) di SPT PPh Badan.

Perbandingan Biaya Total

Untuk memilih metode yang tepat, hitung total biaya perusahaan termasuk dampak pajak badan:

Metode PPh 21 dibayar perusahaan Deductible? Dampak PPh Badan (22%)
Gross Rp 0 - Rp 0
Gross Up Rp 1.677.000/bln Ya Hemat PPh Badan
Netto Rp 932.500/bln Tidak Tambah beban PPh Badan

Untuk perusahaan besar dengan tarif PPh Badan 22%, non-deductibility pada metode netto berarti biaya efektif lebih tinggi dari angka PPh 21 yang terlihat.

Baca panduan Gross Up PPh 21: Pengertian, Rumus, dan Contoh untuk memahami alternatif yang lebih efisien secara pajak.

Terahub mendukung ketiga metode (gross, gross up, netto) dan menghitungnya secara akurat per karyawan. Metode dapat diatur di data karyawan dan berlaku otomatis di setiap periode payroll.

Coba simulasikan dengan kalkulator PPh 21 gratis untuk melihat perbedaan angka take-home pay dan beban pajak pada setiap metode.

Ingin hitung PPh 21 tanpa manual?

Terahub menghitung PPh 21 dan BPJS otomatis, menyiapkan e-SPT dan Form 1721, lalu mengirim slip gaji ke WhatsApp karyawan.