Terahub adalah platform penggajian PPh 21 untuk SME Indonesia. Setiap bulan, klien kami mengekspor jurnal akuntansi penggajian dan mengimpornya secara manual ke software pembukuan. Kami ingin mengeksplorasi kemitraan co-marketing yang menghilangkan langkah ini.
Terahub menghasilkan jurnal akuntansi yang akurat, tetapi impornya masih bergantung pada langkah manual di software pembukuan setiap bulan.
Setelah penggajian difinalisasi, admin harus mengunduh CSV jurnal, membuka software pembukuan, lalu mengimpor file secara manual sebelum laporan keuangan bisa diperbarui.
Terahub tidak memiliki visibilitas setelah file diunduh. Kesalahan pemetaan akun atau baris yang terlewat baru terlihat saat rekonsiliasi akhir bulan, bukan saat impor.
Setiap software pembukuan punya struktur kolom dan urutan field sendiri. Tim keuangan SME sering harus menyesuaikan file secara manual sebelum impor berhasil.
Sebagian besar pekerjaan persiapan sudah selesai di sisi Terahub. Yang dibutuhkan adalah percakapan kemitraan dengan tim produk software akuntansi.
Setiap baris jurnal berisi tanggal, nomor jurnal, keterangan, kode akun, nama akun, debit, dan kredit, siap diimpor tanpa penyesuaian manual.
Format impor Jurnal.id dan Accurate Online sudah tersedia di sistem ekspor jurnal Terahub, masing-masing mengikuti struktur kolom resmi tiap software.
Nominal debit dan kredit berasal dari kalkulasi PPh 21 (UU HPP No. 7/2021) dan BPJS yang sudah melalui proses finalisasi penggajian, bukan input manual.
Setiap perusahaan pengguna Terahub dapat memetakan akun jurnalnya sendiri (Beban Gaji, Hutang PPh 21, Hutang BPJS, dan lainnya) sebelum ekspor, sehingga hasil impor langsung cocok dengan struktur akun mereka.
Ini bukan janji fitur. Ini gambaran arsitektur yang ingin kami diskusikan bersama tim produk software akuntansi.
Begitu admin memfinalisasi periode, Terahub menyiapkan file jurnal dalam format software pembukuan mitra. Tidak perlu memilih format atau menyesuaikan kolom secara manual.
Ini adalah gambaran arah kemitraan yang ingin kami diskusikan: jurnal masuk ke software pembukuan secara langsung, tanpa file perantara yang harus diunduh lalu diunggah lagi.
Tim keuangan mendapat kepastian bahwa jurnal yang tercatat di software pembukuan sama persis dengan hasil finalisasi penggajian, tanpa entri ganda.
Kemitraan ini bukan hanya tentang kemudahan pengguna Terahub. Ada nilai jangka panjang untuk software akuntansi yang menjadi mitra co-marketing pilihan SME Indonesia.
Setiap perusahaan pengguna Terahub menghasilkan jurnal penggajian dengan jadwal yang dapat diprediksi setiap bulan. Ini bukan transaksi satu kali.
Nominal debit dan kredit berasal dari kalkulasi PPh 21 dan BPJS yang sudah diaudit, bukan input manual tim keuangan. Risiko kesalahan pemetaan akun lebih rendah.
Pengguna Terahub adalah SME 15 hingga beberapa ratus karyawan yang juga membutuhkan pembukuan rapi. Kemitraan ini membuka jalur akuisisi silang untuk kedua produk.