Terahub adalah platform penggajian PPh 21 untuk SME Indonesia. Setiap bulan, klien kami mengunduh file transfer dan mengunggahnya secara manual ke portal perbankan. Integrasi API langsung menghilangkan langkah manual ini untuk semua pihak.
Terahub menghasilkan data transfer yang akurat, tetapi pengirimannya masih bergantung pada upload manual ke portal bank setiap bulan.
Setelah penggajian difinalisasi, admin harus mengunduh CSV, masuk ke portal bank, mengunggah file, dan mengotorisasi batch transfer. Proses ini diulang setiap bulan tanpa pengurangan langkah.
Terahub tidak memiliki visibilitas setelah file dikirim. Karyawan yang tidak menerima gaji harus melaporkan ke HR secara manual, bukan melalui notifikasi otomatis.
File yang diunggah ke portal bank bisa salah versi, nominal bisa diedit secara tidak sengaja, atau batch bisa diotorisasi sebagian. Tidak ada rekonsiliasi otomatis dengan data penggajian.
Sebagian besar pekerjaan persiapan sudah selesai di sisi Terahub. Yang dibutuhkan adalah akses ke API bank dan perjanjian kemitraan.
Setiap baris disbursement berisi nama karyawan, nomor rekening, nama bank, kode kliring BI, dan nominal bersih. Format BCA Bizz dan Mandiri Internet Bisnis sudah diimplementasi.
Sebelum data disbursement terbentuk, setiap karyawan sudah melalui kalkulasi PPh 21 (UU HPP No. 7/2021) dan BPJS. Nominal yang dikirim ke bank adalah Take Home Pay bersih yang sudah terverifikasi.
Terahub menggunakan Inngest untuk background job finalisasi. Integrasi API bank dapat diimplementasi sebagai langkah tambahan setelah finalisasi, dengan webhook settlement sebagai konfirmasi.
Format CSV BCA Bizz (header: NAMA, NO_REK, NOMINAL, KODE_BANK) dan Mandiri Internet Bisnis sudah ada di codebase. Pemetaan ke format API masing-masing bank tidak memerlukan rekayasa ulang dari nol.
Ini bukan janji fitur. Ini gambaran arsitektur yang ingin kami diskusikan bersama tim teknis bank.
Saat admin memfinalisasi penggajian, Terahub secara otomatis mengirimkan data transfer ke API bank yang terintegrasi. Tidak ada langkah manual, tidak ada file yang perlu diunggah.
Bank mengirimkan webhook ke Terahub setelah setiap transfer berhasil atau gagal. Status disbursement per karyawan diperbarui secara real-time di dashboard HR.
Admin menerima rekap disbursement dengan status per karyawan. Karyawan yang terdaftar di portal self-service mendapatkan notifikasi bahwa gaji sudah dikirim.
Integrasi ini bukan hanya tentang kemudahan pengguna Terahub. Ada nilai jangka panjang untuk bank yang menjadi mitra disbursement pilihan SME Indonesia.
Penggajian terjadi setiap bulan, dengan jadwal yang dapat diprediksi. Volume transfer dari setiap perusahaan pengguna Terahub bersifat berulang, bukan satu kali.
Nominal transfer berasal dari kalkulasi PPh 21 yang sudah diaudit, bukan input manual. Risiko anomali nominal lebih rendah dibanding transfer yang diinput langsung oleh HR.
Pengguna Terahub adalah SME Indonesia dengan 15 hingga beberapa ratus karyawan. Segmen ini aktif secara finansial tetapi belum memiliki akses ke layanan cash management enterprise.
Pelanggan Paket Business dan mitra enterprise dapat meminta Addendum Perjanjian Layanan Utama (MSA) yang mengatur hak dan kewajiban lebih lengkap dari click-wrap standar.
Daftar sub-prosesor (Supabase, Vercel, Midtrans, dan lainnya), instruksi pemrosesan, notifikasi insiden dalam 72 jam, dan kontak DPO Terahub. Mengacu pada UU PDP No. 27/2022.
Target 99,5% uptime per bulan dengan mekanisme kredit SLA bertingkat. Pemberitahuan pemeliharaan terjadwal minimal 48 jam. Larangan pemeliharaan pada jendela tenggat DJP.
Hak ekspor mandiri kapan saja selama berlangganan. Ekspor data lengkap dalam 30 hari setelah pengakhiran. Format CSV, Excel, dan PDF yang dapat dibaca ulang.
Perjanjian kerahasiaan bersama (mutual NDA) dengan masa berlaku 3 tahun setelah pengakhiran. Data Pelanggan tetap milik Pelanggan. Terahub hanya menggunakan data agregat anonim untuk pengembangan produk.
MSA tersedia untuk pelanggan Paket Business. Hubungi kami untuk mendapatkan salinan draf.